Shinigami no Ballad

Bagaimana jika suatu hari seorang Shinigami mendatangi kita dan berkata
“Kami adalah Shinigami yang akan membawa arwahmu?”

Daniel disebut sebagai Familiar, ia akan membantu majikannya yang seorang Shinigami untuk melakukan tugasnya memindahkan arwah manusia dari dunia ke surga. Keinginan Daniel sebagai Familiar adalah memiliki majikan Shinigami yang hebat dan cepat menuntaskan pekerjaannya. Namun tidak dapat Daniel sangka, yang menjadi majikannya adalah shinigami Z-100100 yang kemudian dipanggilnya dengan nama MOMO.
Momo adalah Shinigami teraneh yang pernah Daniel temui. Ia tidak menyeramkan, bertudung hitam seperti Shinigami lainnya. Momo adalah gadis cantik berambut putih dengan pakaian serba putih, sepatu merah dan sabit besar yang selalu dipegangnya. Momo tersenyum ketika Daniel pertama menemuinya, ia tidak tampak seperti Shinigami. Momo menangis ketika mengambil nyawa seseorang, ia berkata, “Aku menangis untuk menggantikan mereka yang mati.”

Shinigami no Ballad adalah cerita sederhana tentang manusia dalam menghadapi kematiannya. Pertama kali saya melihat reviewnya dalam sebuah majalah menarik hati saya untuk menonton animenya.

Pada anime cerita dibuka oleh persahabatan dua orang anak yang memiliki seekor kucing (saya tidak begitu ingat namanya). Anak kucing itu bernama Blue karena matanya yang biru. Suatu hari si anak perempuan yang ternyata sedang sakit mengurusi Blue seharian, akibatnya ia meninggal karena penyakitnya kambuh. Si anak laki-laki kemudian menyalahkan Blue dan berniat menelantarkan anak kucing itu di dalam hujan. Saat itulah Momo dan Daniel (yang berbentuk kucing) datang. Ia berkata seandainya Blue ditinggalkan di situ maka Blue akan mati, si anak laki-laki lantas tidak peduli, kemudian Momo menyampaikan pesan dari anak perempuan yang diambil nyawanya tempo hari. Si anak perempuan itu menitipkan Blue pada anak laki-laki itu, ia ingin Blue dijaga dengan baik.

Momo kemudian menangis, dan Daniel lagi-lagi bertanya, “Kenapa kau menangis?”
Ceritanya dikemas apik dan dengan nuansa kematian sepi yang sangat mengesankan (untuk saya khususnya). Baru kira-kira beberapa hari yang lalu saya melihat ternyata cerita ini ada pula dalam bentuk Drama. Drama yang sangat apiknya, sederhana namun menggugah hati saya untuk turut berpikir tentang kematian dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Momo adalah seorang Shinigami, ia memiliki perasaan sehingga selalu berbicara dengan targetnya bahwa ia akan mengambil arwahnya. Momo juga memiliki kecenderungan untuk memberikan waktu bagi si target untuk melakukan suatu hal sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan dunia.
“Ia datang, ternyata Dewa Kematian itu tidak menyeramkan sesuai dugaanku. Ia seorang gadis cantik yang putih…”
Cerita anime dan dramanya tidak keseluruhan sama. Hanya ada beberapa (yang saya tahu karena saya belum melihat anime seluruhnya)

Dalam Drama bentuk familiar adalah anak-anak kecil. Mereka dididik kemudian ditugaskan untuk membantu Shinigami. Daniel adalah seorang anak yang –imut (seperti yang Momo bilang). Kisah Momo dan Daniel bermula saat mereka ditugaskan untuk mengambil nyawa seorang pemuda yang masih duduk di bangku SMU. Ia memiliki seorang adik perempuan dan ayah yang harus diurusnya setiap hari. Kenapa? Karena semenjak ibunya meninggal sang ayah yang mabuk-mabukan menelantarkan kehidupannya dan adiknya. Sehingga ia mati-matian bekerja setiap hari, mengurusi ayah dan adiknya juga menelantarkan hobi bermain base ball nya.

Suatu hari kemudian ia didatangi oleh Momo dan Daniel. Momo memperingatkan kematiannya, sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh shinigami. Apalagi Momo sempat bermain base ball dengan pemuda itu. Awalnya ia tidak percaya, namun pada akhirnya percaya setelah melihat wujud Momo yang sebenarnya (bisa ditembus dengan bola base ball). Pemuda itu kemudian berpikir, ia tidak ingin meninggalkan kehidupannya yang masih berantakan sehingga berkata pada ayahnya yang sedang tidur, “Jika aku mati apa ayah bisa menjaga diri sendiri?”

Sesuatu terjadi. Seperti mendengar kata-katanya semalam, ayah pemuda itu keesokan harinya tiba-tiba berubah. Ia menjadi sosok ayah yang selalu diidam-idamkan, membuatkan sarapan, bekal, bahkan memberikan kembali sarung base ball milik pemuda itu dan menyuruhnya untuk tidak lagi menghawatirkan kehidupannya. Tentu si pemuda sangat senang. Ayahnya berubah begitu secara tiba-tiba, namun siapa sangka ternyata hari itu adalah hari kematiannya. Beberapa saat setelah bersyukur dan menangis ia tewas tertabrak truk tanpa sempat menikmati kehidupan barunya.

Momo ditemani Daniel lagi-lagi menangis.

Keseluruhannya ada 12 episode yang diceritakan dengan sangat menarik. Benar-benar tentang kehidupan manusia, dari peringatan sebelum kematian sampai petunjuk dari orang yang sudah mati. Setidaknya animanga atau dorama singkat ini bisa sangat memperingatkan kita betapa berharga hidup ini, betapa berharga orang-orang yang ada di sekitar kita, dan betapa berharga kesempatan yang kita punya.

Dalam dramanya kita akan dibuat seakan sedang menulusuri perjalanan hidup beberapa manusia yang ternyata saling bersambung antara satu cerita dengan cerita yang lainnya. Di akhir episode diceritakan Momo melanggar aturan dengan tidak mengambil nyawa targetnya, ia dijatuhi hukuman dengan dihapuskan hatinya. Daniel berusaha keras untuk mengambil hati itu, ia yang awalnya sangat menentang hati Momo kini malah ingin hati itu kembali. Dipekerjakan dengan shinigami selain Momo membuatnya merasa asing dan ia kerap dianggap aneh oleh teman-temannya. Hingga ia melihat sosok Momo tanpa hati yang bahkan tega membunuh sesama shinigami. Untungnya Daniel dapat mengembalikan hati Momo sehingga mereka dapat bersama kembali. Momo tetap sebagai shinigami yang memiliki hati, dan lagi-lagi ia berkata pada Daniel, “Yoroshiku, Daniel.”

Shinigami no Ballad adalah karya emas dari mangaka Izumi Asuka yang juga menangani manga Tokage no Ouji (telah direalisasikan oleh MnC di Indonesia). Buat saya sendiri, animanga dan drama Shinigami no Ballad sangat bagus dan patut untuk ditonton. Setidaknya dapat membuka sedikit dari hati saya untuk kembali berpikir, “Oh inilah kehidupan manusia, siapa sih yang dapat menentukan panjang hidup kita, bahkan shinigamipun mungkin menangis ketika ia akan mengambil nyawa kita. Tapi bagaimanapun juga takdir tidak dapat diubah.”

Published in: on January 21, 2008 at 7:28 am Comments (4)

The URI to TrackBack this entry is: http://osakaontheroad.wordpress.com/2008/01/21/shinigami-no-ballad/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 Comments Leave a comment.

  1. “Oh inilah kehidupan manusia, siapa sih yang dapat menentukan panjang hidup kita, bahkan shinigamipun mungkin menangis ketika ia akan mengambil nyawa kita.”

    Love this quote ! @uote yg “nendang” bgt, Ca ^^…shinigamipun mungkin menangis ketika ia akan mengambil nyawa kita *mikir daLam XD

    Kaena ceritana cukup menarikk…:3
    dan *suka nama karakter “Momo”nya* X)

    Pertanyaan Ca \^^/
    1. Momo –> Shinigami Z-100100
    Apakah sejenis robot? Jd teringat Chii-cHan jg..^^;
    2. Mangana udah ada diterbitin di Indo ga, Ca? ( ya baik legal maupun ga legal XD XD hahaha…)

    Jawabna via pm di Gotei aja yaa~ =DD hahaha,,

    Thanks bt reviewna! @^^@

  2. 1. em..bukan itu kode nomer shinigaminya aja, Momo shinigami ko bukan robot cman shinigami kan ga punya nama critanya jadi pake nomer
    2. blom ada deh.. yg legal… ca jga nonton versi anime baru 2 vol. klo dramanya si uda tamat
    =.= bisa nangis loh lyatnya

  3. Oh ia,,
    Shinigami no Ballad kn d Japan sn di masukkin k mjlh komik Hana to Yume ia?
    Oh ia,,
    Bg yg sk bc HanaLaLa,,
    ngobrol” ma Q yukz!
    Kl yg gx tertarik ma HanaLaLa,,
    jgn bnci Q ia.. ;)
    tp Q bs (sdkt mgkn) nymbung ngomongin soal mjlh komik di Jepang atau yang berhubungan dgn Jepang,,
    Karena Q Otaku jg.!!
    Hheee ………

  4. Uhm… buat manganya yaa…
    saya nggak begitu ngikutin >.< ah tapi mungkin akan ngikutin :p

    Hanalala, um… saya cuma baca Fruits Basket sama Ourannya doang :p


Leave a Comment